Infinix Note 50 series akan diluncurkan di Indonesia hari ini. Jajaran ini akan menggantikan handset Infinix Note 40, yang diluncurkan pada Maret 2024. Sementara itu, perseroan telah memperkenalkan E-Color Shift 2.0 dan SolarEnergy-Reserving Technology di Mobile World Congress (MWC) 2025. Yang terakhir dikatakan menggunakan cahaya sekitar untuk memperpanjang masa pakai baterai. Infinix pertama kali memamerkan teknologi E-Color Shift di Consumer Electronics Show (CES) 2024. E-Color Shift 2.0 hadir dengan dukungan penyesuaian yang didukung AI.
Infinix Meluncurkan E-Color Shift 2.0, Teknologi Hemat Energi Surya
E-Color Shift 2.0 terus memungkinkan panel belakang ponsel untuk mengubah dan memantulkan warna-warna cerah tanpa menguras daya. Infinix menjelaskan bahwa iterasi terbaru dari teknologi ini memungkinkan penyesuaian yang didukung AI “berdasarkan preferensi yang dipilih dan rangsangan eksternal.”
Menurut perusahaan, pengguna dapat memilih dari enam pola dinamis dan enam palet warna, dengan kemungkinan untuk mendapatkan hingga 30 kombinasi unik. Menggunakan “modul bertenaga AI”, panel belakang handset yang didukung dapat berubah warna “berdasarkan faktor-faktor seperti cuaca, wallpaper, dan lingkungan sekitar.” E-Color Shift 2.0 diklaim menawarkan kedalaman warna dan segmentasi yang lebih baik.
Dengan Teknologi Cadangan SolarEnergy, Infinix mengklaim menawarkan cara yang berkelanjutan dan efisien untuk memperpanjang masa pakai baterai. Ini menggabungkan “teknologi fotovoltaik perovskite canggih dengan algoritme AI cerdas,” untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan energi cahaya untuk pengisian daya yang lebih efisien di lingkungan yang berbeda.
Perusahaan mengatakan bahwa Teknologi Cadangan Energi Surya mengubah cahaya dalam dan luar ruangan menjadi listrik yang disimpan dalam casing ponsel prototipe. Kasing kemudian mentransfer daya ke handset melalui “titik kontak rahasia” dan algoritme yang didukung AI yang dikatakan “menyempurnakan akuisisi daya secara real-time,” memungkinkan penyimpanan energi hingga 2W. Perusahaan menambahkan bahwa kapasitas penyimpanan energi dapat ditingkatkan di masa depan.
Pengisian Nirkabel “Bunga Matahari” ini terinspirasi oleh tanaman heliotropik dan secara dinamis menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan dalam ruangan, klaim perusahaan. Teknologi ini dapat digunakan dalam perangkat yang dapat dikenakan dan digital di masa depan untuk solusi daya yang lebih berkelanjutan.
Untuk detail peluncuran dan berita terbaru dari Samsung, Xiaomi, Realme, OnePlus, Oppo, dan perusahaan lain di Mobile World Congress di Barcelona, kunjungi hub MWC 2025 kami.