Sebuah teori baru telah muncul untuk menjelaskan bagaimana Pluto mungkin telah menangkap bulan terbesarnya, Charon, miliaran tahun yang lalu melalui tabrakan “ciuman dan tangkap” yang unik. Prosesnya, yang diusulkan oleh para peneliti, menunjukkan bahwa dua benda es di Sabuk Kuiper bertabrakan, secara singkat bergabung menjadi “manusia salju kosmik” yang berputar, dan kemudian terpisah untuk membentuk sistem Pluto-Charon. Skenario ini, yang berlangsung sekitar 10 jam, menantang teori yang telah ditetapkan sebelumnya dan menawarkan perspektif baru tentang pembentukan bulan di daerah jauh tata surya.
Dinamika Tabrakan di Sabuk Kuiper
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Geoscience, interaksi Pluto dan Charon kemungkinan terjadi di Sabuk Kuiper, sebuah wilayah yang dipenuhi benda-benda es di tepi tata surya. Seperti dilansir oleh space.com, tim peneliti, yang dipimpin oleh Adeene Denton, seorang peneliti bulan dan planet di University of Arizona dan rekan postdoctoral NASA, percaya bahwa tabrakan itu melibatkan kekuatan material daripada dinamika fluida, karena benda-benda ini terdiri dari es dan batu.
Denton menjelaskan kepada Space.com bahwa proses tersebut, yang disebut sebagai “ciuman dan tangkap,” terjadi ketika kedua tubuh bergabung sebentar sebelum berpisah lagi. Ini berbeda dari skenario tabrakan planet tradisional seperti “tabrak lari” atau “merumput dan bergabung”, di mana penggabungan permanen atau pemisahan total terjadi.
Pembentukan Sistem Pluto-Charon
Charon, yang berukuran sekitar setengah ukuran Pluto dan 12 persen dari massanya, dianggap sangat besar dibandingkan dengan bulan lain. Pembentukannya telah dikaitkan dengan peristiwa tabrakan yang signifikan, mirip dengan teori pembentukan bulan Bumi setelah tumbukan besar. Selama pertemuan es ini, Charon tidak dapat menembus cukup dalam ke dalam Pluto untuk bergabung karena kekuatan struktural kedua benda. Hal ini menyebabkan keduanya terpisah tetapi tetap terhubung secara gravitasi, dengan Charon akhirnya bergerak ke orbit yang stabil di sekitar Pluto.
Implikasi untuk Objek Sabuk Kuiper
Temuan ini, menurut penelitian, juga dapat menjelaskan bagaimana bulan-bulan besar lainnya di Sabuk Kuiper, seperti Eris dan Orcus, bisa terbentuk melalui proses serupa. Tim peneliti berencana untuk mengeksplorasi mekanisme ini lebih lanjut dan menyelidiki evolusi pasang surut jangka panjang Charon untuk mengkonfirmasi teori tersebut.
Saksikan yang terbaru dari Consumer Electronics Show di Gadgets 360, di hub CES 2025 kami.