Tampilan aurora yang menakjubkan mengantarkan Tahun Baru, menerangi langit di seluruh bagian Amerika Serikat tengah dan Eropa. Dipicu oleh sepasang badai matahari yang kuat, cahaya utara terlihat sejauh selatan California, Austria, dan Jerman. Gangguan geomagnetik, yang disebabkan oleh aktivitas matahari pada Malam Tahun Baru, menciptakan pita dan pilar cahaya hijau dan merah yang cerah yang melukis langit hingga dini hari tanggal 1 Januari, memikat pengamat bintang dan fotografer.
Aktivitas Geomagnetik di Balik Fenomena
Menurut sebuah laporan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), lontaran massa koronal (CME) dari Matahari menghantam medan magnet Bumi dua kali pada 31 Desember. Ejeksi berenergi tinggi ini melepaskan aliran partikel bermuatan yang bertabrakan dengan magnetosfer Bumi, yang menyebabkan kondisi badai geomagnetik. NOAA melaporkan badai tingkat G1 awal meningkat menjadi gangguan tingkat G3 pada 1 Januari, meningkatkan visibilitas aurora di seluruh dunia.
Ketika ion dari CME berinteraksi dengan gas atmosfer, energi dilepaskan dalam bentuk cahaya, menciptakan tontonan alami yang dikenal sebagai aurora borealis di Belahan Bumi Utara dan aurora australis di Belahan Bumi Selatan.
Tampilan Menakjubkan yang Ditangkap di Seluruh Dunia
Fotografer menangkap aurora di berbagai lokasi. Platform media sosial dibanjiri dengan postingan dari pengamat langit yang berbagi gambar yang jelas dari peristiwa langit.
Fisikawan cuaca luar angkasa Tamitha Skov mencatat di X (sebelumnya Twitter) bahwa CME baru yang diluncurkan dari Wilayah surya 3939 berpotensi berdampak pada Bumi pada 3 atau 4 Januari, berpotensi menciptakan tampilan aurora lainnya. Sistem pemantauan terus melacak aktivitas matahari karena pengamat langit mengantisipasi peluang tambahan untuk menyaksikan cahaya utara.
Tampilan luar biasa ini menyoroti interaksi yang rumit antara aktivitas matahari dan medan magnet bumi, menawarkan awal yang tak terlupakan untuk tahun 2025.